Bagi setiap orang tua, memberikan pendidikan terbaik untuk anak adalah bentuk cinta yang paling nyata. Namun, biaya pendidikan di Indonesia, bahkan di seluruh dunia terus meningkat dari tahun ke tahun.
Menabung buat masa depan anak itu sebenarnya tidak harus bikin pusing atau merasa seperti "beban" bulanan. Supaya tidak hanya sekedar memindahkan uang ke celengan, kita bisa kok kelola dana pendidikan ini dengan cara yang lebih seru, cerdas, dan pastinya bikin hasil akhirnya semakin maksimal!
Nah, agar tujuan mengumpulkan "dana kuliah" anak berjalan mulus, yuk intip langkah-langkah seru berikut ini:
1. Pasang Target: Mau Jadi Apa Kita Nanti?
Jangan cuma asal nabung. Coba deh iseng-iseng browsing bareng pasangan, "Kira-kira nanti anak kita mau kuliah di mana, ya?" Mau di dalam negeri atau malah mau dikirim ke luar negeri? Setelah tahu kisaran biayanya, kita jadi punya goals yang jelas.
2. Jangan Biarkan Uang Hanya Tersimpan di Rekening Tanpa Pemanfaatan yang Optimal
Kalau cuma ditaruh di rekening tabungan biasa, nilai uang akan berkurang seiring dengan adanya inflasi (atau malah tidak sengaja terpakai untuk keperluan yang tidak penting). Agar dananya berkembang secara optimal, coba diinvestasikan juga uangnya ke instrumen yang lebih produktif, misalnya:
- Reksadana Pasar Uang / Pendapatan Tetap: Cocok buat kamu yang mau aman tapi imbal hasilnya di atas tabungan biasa.
- Emas: Klasik, tapi ampuh banget buat penangkal inflasi jangka panjang.
- Saham atau Reksadana Saham: Kalau anak masih bayi dan kuliahnya masih belasan tahun lagi, produk ini bisa jadi pilihan supaya dananya tumbuh secara optimal.
- Tabungan Bank dengan suku bunga kompetitif: cara ini juga bisa jadi opsi buat kamu yang ingin menabung buat pendidikan anak
3. Otomatisasi, Solusi Praktis untuk Mencapai Target Keuangan
Agar tidak lupa menabung atau dana terpakai untuk pengeluaran yang tidak direncanakan, manfaatkan fitur Auto Debet. Saat gajian masuk, langsung dipotong otomatis ke pos dana pendidikan. Anggap aja uang itu nggak pernah ada, jadi kita nggak bakal merasa kehilangan!
4. Evaluasi Secara Berkala
Luangkan waktu setidaknya sekali dalam setahun untuk mengevaluasi perkembangan dana pendidikan anak. Pastikan investasi sesuai dengan target yang ingin dicapai.
Berapa Estimasi Inflasi Biaya Kuliah Perguruan Tinggi?
Dilansir oleh Badan Pusat Statistik (BPS), indeks harga konsumen (IHK) pendidikan di Indonesia berada di level 112,47 pada Juni 2026, lebih tinggi dibanding bulan sebelumnya yang tercatat 111,91. Bila dibandingkan dengan bulan yang sama tahun lalu, inflasi pendidikan telah mencapai 3,17% (yoy).
Bagaimana Mulai Menabung Untuk Biaya Kuliah Anak?
Kuncinya sederhana: Mulai lebih cepat, maka dompet selamat. Jangan sampai anak sudah pakai seragam putih-abu-abu, kita baru panik bongkar celengan buat bayar uang kuliah.
- Strategi Maraton (Anak Masih Balita) Kamu punya modal waktu yang sangat panjang, sekitar 10–15 tahun. Karena waktunya longgar, cicilan tabungan tiap bulan nggak bakal bikin napas ngos-ngosan. Ditambah lagi, ada efek compounding interest yang bikin uangmu "beranak-pinak" makin maksimal.
- Strategi Lari Cepat (Anak Sudah Usia SD) Sisa waktu yang kamu punya tinggal 5–7 tahun lagi. Di fase ini, kamu wajib ekstra disiplin. Potong langsung minimal 15–20% dari gaji bulanan khusus untuk mengamankan pos kuliah anak ini, tanpa kompromi.
Kelola Dana Kuliah Anak Tanpa Ribet Pakai Fitur Saku di Aplikasi Raya
Supaya biaya perguruan tinggi bisa kamu persiapkan dengan optimal serta aman dari bocor alus atau terpakai untuk hal-hal yang konsumtif, kamu bisa gunakan Aplikasi Raya dengan berbagai jenis fitur Sakunya.
- Kamu dapat melakukan pemisahan dana pendidikan dengan jelas menggunakan “Saku Bujet”. Buatlah Saku khusus bernama "Kuliah Anak". Uang di sini terpisah dari saldo utama dan saldo untuk beragam kebutuhan lain.
- Fitur alokasi budget otomatis: Buat “Saku Pintar” untuk pendidikan anak agar setiap tanggal gajian, saldo otomatis pindah ke tabungan “Saku Pendidikan”. Kamu nggak perlu repot untuk transfer manual.
- Fitur Tabungan Bersama: Kamu bisa gunakan “Saku Bareng” dari Aplikasi Raya untuk menabung dana pendidikan bersama pasangan, disana kamu dan pasangan dapat melihat nominal tabungan secara bersama-sama secara realtime dari Aplikasi Raya masing-masing.
Contoh: Coba Kita Hitung Target Dana Kuliah Anak yang harus diPersiapkan Orang Tua
Katakanlah targetnya adalah masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dengan total biaya kuliah saat ini sekitar Rp80 juta sampai lulus.
Ingat, inflasi pendidikan itu nyata (rata-rata 10% per tahun). Jadi, dalam 18 tahun ke depan, uang Rp80 juta itu nilainya akan bergeser menjadi:
- Estimasi Biaya 18 Tahun Lagi: ± Rp445.000.000
Mari bandingkan beban tabungannya:
- Jika Mulai dari Anak Baru Lahir (Usia 0 tahun): Beban bulananmu sangat ringan, cukup menyisihkan sekitar Rp950 ribu - Rp1,2 juta per bulan. Nilai yang terjangkau untuk jangka panjang.
- Jika Ditunda Sampai Anak Masuk SMP (Usia 12 tahun): Waktu menabung terpangkas drastis. Akibatnya, kamu terpaksa mengalokasikan sekitar Rp4,8 juta per bulan untuk mengejar ketertinggalan.
Perbandingannya jelas banget, kan? Menabung lebih awal di Aplikasi Raya bikin persiapan masa depan anak jadi jauh lebih ringan, santai, dan terencana. Jangan tunda sampai biaya kuliah makin melambung. Ambil langkah pertamamu sekarang, buka Aplikasi Raya dan mulai siapkan dana pendidikan anak tanpa beban!